Daftarkan Penginapan Anda Di Tourism Rank Indonesia, Hanya Dengan Rp. 100.000,- untuk SELAMANYA!!! Daftar Sekarang!

Rekomendasi Tempat Wisata Saat Berkunjung Ke Jogja

Yogyakarta memang selalu ngangenin. Budaya dan kulinernya senantiasa bikin rindu. Keramahan para masyarakatnya menjadikan daerah ini semakin istimewa. Tak hanya itu, Yogyakarta juga menyuguhkan berbagai pesona yang bisa dinikmati semua umur dan kalangan.

Ingin relaksasi dan kembali ke alam, atau berkreasi di wisata kekinian? Jogja punya semua. Terlebih kini Yogyakarta International Airport sudah beroperasi dan siap mempermudahmu dalam menjelajahi Kota Gudeg. Pada April 2020, bandara baru ini sudah siap melayani penerbangan internasional.

Tak ada kata “membosankan” saat berbicara tentang liburan di Yogyakarta. Daerah istimewa ini seperti selalu punya tempat baru yang menggoda untuk dijelajahi dan disaksikan sendiri keindahannya. Punya rencana berkunjung dalam waktu dekat? Pastikan kamu menyempatkan diri untuk singgah di tempat-tempat berikut ini:

1. HeHa Ocean View

Tempat ini memang masih saudaraan sama HeHa Sky View; bedanya satu punya view pegunungan, satu punya view laut.

Berlokasi di atas tebing tepi laut di kawasan Gunung Kidul, Jogja, tempat wisata ini memiliki kontur yang berundak-undak dan eksotis. Bahkan saking luasnya, dari tempat parkir sampai area utama saja kamu harus menggunakan 𝘴𝘩𝘢𝘡𝘡𝘭𝘦 khusus yang disediakan!


Di sini pengunjung tetap dapat nongkrong sambil menikmati pemandangan pantai selatan sambil ditemani makanan dan minuman.


Tersedia pula beberapa spot foto Instagramable bagi kamu yang demen foto-foto.



2. Tumpeng Menoreh

Asyiknya kalau nongkrong di Tumpeng Menoreh ini, mau datang pagi atau malam pemandangannya tetap cihuy. Nggak salah deh kalau tempat ini disebut sebagai sudut pandang terbaik untuk melihat keindahan alam Gelangprojo (Magelang, Kulon Progo, dan Purworejo).


Walaupun untuk sampai di sini kamu harus menaiki beberapa anak tangga,tapi percaya deh sesampainya di atas semua rasa lelah langsung terbayarkan. Kamu juga bisa bersantai di atas jaring-jaring sambil menghirup udara segar atau menikmati secangkir kopi hangat sambil menanti momen sunrise atau senja yang bikin suasana tempat ini jadi lebih romantis.



Di sini juga ada fasilitas camping, offroad, sampai meeting juga bisa. Gimana, makin tertarik kan? Yuk ajak pasangan atau keluarga!

3. Rumah Jembarati

Butuh referensi tempat menginap untuk keluarga dengan suasana yang damai, tenang dan back to nature? Rumah Jembarati yang ada di Jogja ini bisa menjawab kegalauanmu.

Dengan suguhan pemandangan hamparan sawah nan hijau serta Gunung Merapi nan megah, semua rasa stress dan jenuh gara-gara pandemi bisa dipulihkan di sini.


Ada beberapa jenis villa yang bisa kamu pilih, mulai dari yang berkapasitas  2-3 orang, hingga villa dengan 2 kamar tidur yang muat sampai 6 orang sekaligus! Makanya, kalau ke sini emang paling cocok bareng keluarga ataupun teman-teman.


Jangan lupa bawa buku bacaan untuk dinikmati sambil bersantai di beranda buat menjernihkan pikiran.

Konsep back to nature juga diterapkan di restoran “Little Garden” yang terdapat di sini – mereka menyajikan menu-menu sehat dan vegetarian!


4. Studio Alam Glampong

Sebutan Mini Hollywood layak disandang oleh Studio Alam Gamplong. Tidaklah berlebihan, karena tempat ini awalnya ditujukan untuk set film Sultan Agung the Untold Story, besutan sutradara Hanung Bramantyo. Disusul film Bumi Manusia yang mengambil latar Indonesia abad 16.


Jika kamu tertarik untuk napak tilas Indonesia di zaman kerajaan, luangkan waktu seharian untuk menjelajah setiap sudutnya. Mata kalian akan disenangkan oleh replika Keraton Mataram, lengkap dengan kampung sekitarnya, juga Benteng Batavia.


Agar bisa puas berpose, kami menyarankan untuk tidak datang di akhir pekan demi menghindari wisatawan yang ramai. Wisata gratis nan Instagramable seperti Studio Gamplong ini jelas banyak peminatnya.


5. Pallatina Glamping

Berkemah memang seru. Bisa tidur di tenda bersama para sahabat, lalu dibangunkan embun pagi sebelum menjemput matahari terbit. Namun, alas tidur yang tidak nyaman kadang menjadi alasan untuk menghindari liburan dengan gaya ini.


Kamu bisa mencoba glamping atau glamour camping agar bisa merasakan berkemah nan mewah. Meski tidur di tenda, kamu tetap bisa menikmati kasur empuk, pendingin ruangan, juga televisi layar datar. Sensasinya sama sekali tak berkurang, bisa-bisa malah akan menjadi liburan yang paling berkesan.

Di Glamping Indekostour tersedia pilihan berkemah dengan keluarga, bahkan VIP Glamping dengan pemandangan bangun tidur se-spesial Candi Prambanan. Terlalu menarik untuk dilewatkan begitu saja, bukan?



6. HeHa Sky View

Saat siang menuju sore, kamu bisa menikmati keindahan perbukitan dan sunset yang luar biasa indah. Namun begitu malam datang, kerlap-kerlip lampu kota yang mewah jadi suguhan utama. Itulah yang ditawarkan oleh HeHa Sky View.



Restoran yang baru beroperasi dari September 2019 lalu ini langsung mendapat banyak atensi. Bisa terlihat, setiap harinya HeHa Sky View dipenuhi pengunjung, baik keluarga, maupun muda-mudi. Lokasi romantis ini bisa dinikmati berbagai kalangan.

Mengusung tiga aktivitas utama, yaitu selfie, taman, dan restoran, HeHa Sky View layak jadi destinasi akhir pekanmu selanjutnya. Siapkan pakaian terbaikmu dan jangan lewatkan berpose di spot-spot instajeniknya.


7. Bukit Panguk Kediwung

Pernahkan kamu merasa ingin menyambut pagi dengan cara yang beda, yang tidak mainstream tetapi tidak tahu harus apa?

Yang harus kamu lakukan adalah mendatangi Bukit Panguk Kediwung. Niscaya kamu tidak akan kehabisan ide untuk menyongsong fajar.

Silakan mengejar pagi sambil mengendarai pegasus, atau berlayar di perahu kertas dalam lautan awan, atau dari atas gardu pandangnya.


Sang surya akan menerangi keindahan yang luar biasa di sekelilingmu: puncak-puncak bukit dan gumpalan awan yang saling berarak dan aliran sungai yang indah akan turut menemani pagimu di sini.


8. Curug Pulosari

Tersembunyi dari keramaian dan hiruk pikuk Yogyakarta, Culog Pulosari adalah air terjun tersembunyi yang menawarkan pesona tersendiri.

Karena air terjun terletak di dasar tebing, mereka yang ingin mengagumi air biru berkilau ini perlu melakukan sedikit trekking, yang meliputi hiking melalui hutan dan menyeberangi sungai kecil.


Di Curug Pulosari, Anda akan takjub melihat pemandangan air yang jatuh di lereng bukit, membentuk tirai air alami yang dilengkapi dengan vegetasi hijau subur di sekitarnya. Inilah keagungan alam yang akan mencerahkan hari Anda!


9. Seribu Batu Songgo Langit

Ingin memasuki negeri dongeng Anda sendiri? Kunjungilah Seribu Batu Songgo Langit, maka mimpi ajaib Anda akan menjadi kenyataan.

Terletak di kawasan hutan pinus Dlingo yang terkenal, Seribu Batu Songgo Langit adalah tujuan wisata ngetren yang penuh akan pesona dan berbeda dibandingkan dengan hutan pinus lainnya di sekitarnya.


Hutan pinus ini memiliki atmosfer negeri dongeng bak film-film Disney. Anda dapat menemukan banyak spot fotojenik di dalam hutan, setting yang diciptakan hanya dari bahan kayu dan sarat kreativitas – seperti rumah hobbit, beruang kayu serta pondok yang sepenuhnya terbuat dari dahan dan ranting pohon!


Siapa tahu Anda bakal ketemu Sang Pangeran atau Puteri Tidur saat berkunjung ke sini nanti!

10. Pantai Watu Lumbung

Ada banyak sekali pantai tersembunyi di sekitar Jogja, dan Watu Lumbung adalah salah satunya.

Tak seperti pantai kebanyakan, Pantai Watu Lumbung memiliki hamparan tebing dan batu-batu karang dengan formasi yang sangat unik. Bahkan salah satunya memiliki lubang sehingga tampak seperti pintu gerbang yang siap menyambut kedatangan Anda. Tak hanya batu-batu karang, di pantai ini juga terdapat bukit-bukit kecil kehijauan!



Pokoknya setiap sudut dari pantai ini layak dan wajib untuk dijelajahi, tapi pastikan untuk tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan.

11. The Lost World Castle

Jika sebelumnya Anda berpikir sebuah kastil megah hanya bisa ditemukan di Eropa yang nun jauh di sana, maka Anda wajib mengunjungi The Lost World Castle.



Begitu memasuki kastil ini, Anda akan dibuat terpesona oleh sederetan atraksi yang memukau, mulai dari kastil bertema Eropa yang megah (lengkap dengan hiasan bernuansa Abad Pertengahan), pohon sakura, tenda Indian, dan patung Dinosaurus di sungai yang kering.




Di sini, Anda akan mudah tersesat dalam keajaiban negeri impian sampai lupa kalau Anda masih berada di Yogyakarta.

Bagi mereka yang suka memotret untuk diunggah dan terlihat keren di Instagram, maka The Lost World Castle merupakan tempat yang pas. Ingin mencoba duduk di singgasana Iron Throne dan bertransformasi menjadi Queen Cersei atau Daenerys? Pasti teman-teman Anda akan terkesima ketika melihat hasil foto Anda di Instagram.

Masih belum cukup unik? Pergilah menjelajahi rumah Hobbit, Paradise Gate (gerbang nirwana) dan galeri 3D. Dijamin, Anda tidak akan kehabisan pilihan deh!



Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada hari yang cerah, sehingga Anda bisa melihat pemandangan Merapi dan lanskap Yogyakarta yang megah dengan jelas dari kejauhan!

12. History of Java Museum

Suka belajar sejarah? Kini ada cara baru agar belajar sejarah jadi semakin seru. Kamu bisa berkunjung ke History of Java Museum. Museum yang berjarak sekitar 30 menitan dari Pantai Parangtritis ini hadir dengan teknologi tercanggih.

Jika biasanya museum punya stigma membosankan, tidak demikian di sini. History of Java Museum dilengkapi dengan teknologi Augmented Reality pada board informasi juga video mapping-nya. Teknologi ini akan membuat objek terlihat hidup di depan mata!



Kamu cukup mengunduh aplikasi museum berkunjung. Aplikasi ini akan membuat gambar diam, menjadi bergerak dan bersuara. Agar belajar makin seru, museum ini juga mengajak pengunjung terbang ke masa lalu melalui mini teater yang menceritakan sejarah Jawa, beragam kerajaan, hingga persebaran agamanya.

Kaum milenial juga dijamin tidak akan bosan. Ada spot-spot selfie bernuansa kampung Mataram masa lalu, dengan replika benteng dan Malioboro yang Instagramable.


13. Pantai Ngrawe

Daerah Gunung Kidul adalah surganya pantai indah di Jogja. Nah, Ngrawe sendiri adalah pantai terbaru dan memiliki pesona tersendiri yang mampu menarik wisatawan untuk datang. Uniknya, taman ini dilengkapi bangku putih serta dihiasi dengan pohon palem yang berjajar rapi. Persis seperti di luar negeri. Tak hanya itu, pantai ini juga berpasir putih, dipastikan kamu betah bermain air lama-lama.


Ngrawe juga dikenal dengan sebutan Pantai Mesra. Jadi jangan heran jika kamu melihat banyaknya pasangan yang memilih pantai ini sebagai saksi perjalanan cinta mereka dengan menjadikannya lokasi prewedding.


Pantai Ngrawe masih dalam tahap pengembangan. Di masa yang akan datang, tentunya fasilitasnya semakin lengkap. Fasilitas yang tersedia saat ini antara lain gazebo, warung makan, kamar mandi, hingga mushola yang bersih.

14. Taman Tempuran Cikal

Jika penasaran bagaimana rasanya menyusuri Sungai Amazon di Amerika, kamu bisa mencobanya di Jogja. Ya, Taman Tempuran Cikal memang dijuluki sebagai Amazon-nya Jogja. Kamu bisa menikmati keindahan alam sekitar dengan menyusuri sungai sambil bermain kano atau speedboat.


Taman Tempuran Cikal adalah harapan dari warga desa yang menyulap DAS (Daerah Aliran Sungai) menjadi tempat wisata indah. Warga Dusun Cikal bekerja sama untuk menyediakan berbagai fasilitas. Dari warung, hingga wahana outbound, seperti mini trail.

Suasananya yang masih sangat asri, sungai ini juga dikelilingi hutan bambu, juga hiasan-hiasan karya keterampilan seniman lokal. Nuansa sejuk semakin terasa. Selain itu, semua tiket masuk wahana dibanderol murah meriah. Pas untuk liburan keluarga selanjutnya. Aksesnya juga mudah, bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat.


Pengelola mengatakan bahwa tempat wisata Jogja ini sedang dalam pengembangan. Nantinya akan ada homestay dan tur dengan menaiki pedati. Sangat menarik, bukan?

15. Selopamioro Adventure Park

Susur sungai dengan panorama alami juga bisa kamu rasakan di Selopamioro Adventure Park. Tempat wisata yang juga dikenal dengan nama SPark ini terbilang baru, namun sudah banjir peminat karena harganya ramah di kantong.


Wisata Jogja yang berlokasi di Sungai Oya ini menawarkan pengunjung mencicipi berbagai wahana, dari outbound, rafting, hingga susur sungai dengan kano dan dipayungi oleh rindangnya pepohonan Jati. Pecinta wisata adrenalin bisa menunggu wahana panjat tebing yang sedang dibangun. Nggak sabar, ya?

Selain keluarga, kamu juga bisa mengajak teman sepermainan untuk menjajal semua wahana. Tradisional, namun tak pernah berkurang serunya. Ada balap bakiak, estafet air, tarik tambang lumpur, balap egrang, juga sepeda air. Pecinta foto-foto juga disediakan spot-spot instagenic di tepi sungai, seperti miniatur Tugu Jogja.



16. Air Terjun Kedung Pedut

Kalau kamu dan pasangan sama-sama punya hobi berpetualang, maka singgahlah di air terjun yang satu ini.

Lokasi air terjun ini cukup terpencil, adanya di dasar lembah Perbukitan Menoreh. Namun keindahan dan keunikannya tak dapat disangkal lagi.

Hal menarik dari air terjun ini adalah dua warna alami yang berbeda, yaitu putih jernih dan hijau toska.

Selain dua warna tersebut, yang membuat air terjun ini lebih unik lagu adalah adanya ‘kedung’ atau kolam alami dengan kedalaman sekitar dada orang dewasa.


Jika memang membawa bekal baju ganti, tak ada salahnya mencoba berenang di Kedung Kedut ini. Terbaru, kini ada replika helikopter dengan latar belakang air terjun menawan yang bisa jadi spot fotomu. Kamu juga bisa mencoba flying fox dan sepeda angkasa dengan pemandangan sekitar.



17. Puncak Sosok

Mungkin kamu bosan mendengarkan musik di sebuah cafΓ©. Nah, Puncak Sosok bisa menjadi opsi selanjutnya.

Wisata ini menyuguhkan pertunjukan musik dengan latar belakang pegunungan. Kamu bisa menggelar tikar dan menikmatinya bersama orang terkasih. Sunset di Puncak Sosok adalah salah satu hal andalan yang ditawarkan. Pastikan datang sejak sore hari, ya.


Saat tak tertutup kabut, Kamu bisa menyaksikan kegagahan Gunung Subing Sundoro, Merapi Merbabu, dan pegunungan lainnya.

Tempat wisata ini sudah dilengkapi dengan warung-warung berbahan kayu yang Instagramable. Kamu bisa tenang karena harga makanan dan minumannya sangat terjangkau.


Tips: Pastikan menggunakan kendaraan yang prima karena jalanan menanjak. Lebih baik menggunakan motor karena akses hanya cukup untuk 1 mobil.

18. Restoran Jiwa Jawi

Jika ingin mencari makanan enak, tak salah jika datang ke Jogja. Kota ini dikenal dengan beragam kulinernya yang memanjakan lidah.

Ingin makan siang dengan suasana baru? Jiwa Jawi Restoran bisa menjadi pilihan yang sangat tepat. Kamu akan disambut dengan gerbang ala pemandian putri Taman Sari, dengan simbol Lung di atasnya. Selangkah masuk, langsung disuguhi pemandangan sekitar yang asri. Super sejuk.


Pecinta kopi akan dimanjakan dengan kopi enak, murah dan pemandangan yang hijau. Jika datang bersama keluarga, tersedia meja kayu besar untukmu. Tak ada salahnya jika memilih lesehan di tikar sambil piknik sore. Bagaimana jika berkunjung akhir pekan ini?



19. Dolan Ndeso Boro

Dolan Ndeso Boro adalah destinasi sempurna untuk liburan keluarga. Wisata Jogja satu ini mengemban misi khusus, yaitu mengajak pengunjung untuk menikmati indahnya nilai dan harmonisasi antar manusia, lingkungan, juga alam.


Sesuai dengan namanya, Dolan Ndeso menawarkan permainan-permainan anak desa yang seru. Di antaranya adalah rafting, tubing, juga bersepeda keliling desa.


Cocok buatmu yang sedang mencari acara untuk keluarga besar, karena tempat ini hanya melayani kegiatan rombongan berjumlah minimal 20 orang. Dolan Ndeso juga sempurna sebagai destinasi outbound rombongan kantor.


Mau pengalaman yang lebih seru? Pilih saja Paket Live In – program ini mengajak pengunjung untuk bermalam di rumah penduduk dan mengikuti kegiatan induk semang yang biasanya turun ke sawah, melakukan kerajinan seni. Sudah terbayang serunya?

20. Agrowisata Bhumi Merapi

Sekarang liburan ke Jogja bukan cuma bisa keliling keraton, tapi kamu juga bisa melanglang buana.


Tanpa perlu visa, kamu sudah bisa berfoto layaknya di Santorini, hingga pedesaan tradisional Alpen


Tempat bernama Langlang Buana ini merupakan bagian dari Agrowisata Bhumi Merapi yang ada di kawasan Kaliurang.

Bisa foto-foto pake kostum ala Eropa juga lho!.


21. Tebing Watu Mabur

Sudah bukan rahasia, Jogja memiliki beberapa titik untuk menikmati sunrise terbaik. Tebing Watu adalah salah satunya. Tempat wisata baru di Bantul ini menyuguhkan spot tinggi untuk menikmati Jogja dari atas.

Tebing Watu Mabur menyediakan lahan untuk berkemah. Kalau kamu pecinta kegiatan liburan anti-mainstream, pastikan mencoba wisata Bantul yang juga terkenal dengan pemandangan milky way-nya ini. Berada di kawasan Sungai Oya, menambah satu lagi alasan mengapa kamu harus mencoba berkunjung.


Namanya berarti ‘batu terbang’ dalam Bahasa Jawa. Saat berkunjung, kamu akan melihat batu-batu besar yang berserakan, seakan terbang. Selain camping ground, Tebing Watu Mabur juga dibanjiri spot-spot selfie yang berdesain seni tinggi dari bahan kayu dan batu.


Kamu juga bisa menyewa jeep untuk berkeliling, atau sekadar berpose di atasnya. Pastikan Tebing Watu Mabur sudah masuk dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi saat kamu menjelajahi Bantul.


Kabar terbaru, di lokasi ini sedang dibangun hotel atau resort, juga fasilitas pendukung lainnya.

Tips: Datang sebelum subuh untuk menikmati matahari terbit dan kabut pagi.

22. Lava Bantal

Namanya yang unik akan membuat siapapun penasaran. Bebatuan di sungai ini terbentuk dari bekuan lava Gunung Merapi. Bentuknya mirip dengan tumpukan bantal yang menyerupai Pulau Jawa. Warga sekitar pun akhirnya menjulukinya dengan sebutan Lava Bantal.

Kawasan wisata di Sleman ini adalah salah satu geo-heritage yang keasriannya masih sangat terjaga. Selain pemandangan alam yang memukau dan menyegarkan mata, Lava Bantal juga sudah dilengkapi dengan fasilitas dan permainan.


Kamu bisa merasakan sendiri pengalaman seru saat menyusuri Sungai Opak dengan tubing. Sudah siap menjelajah bukti sejarah alam dari 60 juta tahun yang lalu?


23. Sofia Boutique Residence

Apakah kamu akan menolak tawaran untuk merasakan pengalaman menjadi raja dan ratu dengan bangun tidur di kamar mewah nan indah? Tentu tidak, bukan?


Tak perlu bayar hotel bintang lima bergaya kerajaan, kamu bisa mencicipi pengalaman tak terlupakan saat menginap di Sofia Boutique Residence. Hotel bintang empat di Jogja yang terbilang baru ini langsung menyita perhatian para pecinta fotografi. Apalagi kalau bukan karena setiap sudutnya yang sangat cantik?


Siap-siap merasakan sensasi manis bangun tidur di kamar megah. Kamu bahkan akan jatuh cinta dengan desain kamar mandinya. Pastikan memasukkan Sofia Boutique Residence di dalam daftar hotel Jogja untuk liburan nanti.


24. Marisini Coffee

Dari namanya sudah menarik. Kata ‘marisini’ memiliki makna ajakan untuk mendekat. Membuat siapapun yang lewat jadi penasaran. Ada ada di dalam cafe yang bernuansa putih ini?

Baru dibuka di awal tahun 2019, Marisini Coffee ternyata mampu menjadi salah satu tempat nongkrong yang digemari. Harus diakui, konsepnya cukup unik. Kamu akan diajak menikmati sore indah dengan menyesap kopi, sawah di kanan kiri, sambil ditemani senja yang romantis.



Marisini Coffee menyediakan ruangan indoor, tetap dengan dinding kaca agar bisa menikmati pemandangan sekitar berupa sawah yang menyejukkan mata. Untuk ruangan outdoor, ada pendopo, juga gazebo kayu yang disebut ‘kandang sapi’.


Kegiatan ‘nyore’-mu akan lebih bergaya dan berkesan. Dengan keluarga atau teman, Marisini adalah tempat bersantai yang tepat. Pastikan kenakan pakaian hangat saat berkunjung di malam hari, ya.

25. Leyeh Leyeh

Bukan Jogja namanya kalau tak menelurkan inovasi baru untuk menggaet wisatawan. Satu lagi restoran unik yang layak kamu sambangi bersama keluarga, sahabat, juga pasangan. Sesuai namanya, ‘Leyeh-leyeh’, yang bermakna berbaring sambil bersantai, tempat ini berfungsi sempurna.

Tempat makan yang terbilang baru (buka Januari 2019) ini memiliki seat ikonik yang Instagramable. Alih-alih duduk manis di kursi dan meja, kamu akan diajak bersantai, leyeh-leyeh di atas tempat duduk jaring gantung ala Bali, dengan sungai yang mengalir di bawahnya.


Jangan khawatir, tempat ini juga menyediakan meja kayu dan kursi biasa untuk yang tak ingin berbaring di jaring. Kamu bisa menikmati akhir pekan dengan suasana asri khas Kaliurang, ditemani makanan super enak. Jangan lewatkan kesempatan mencoba membuat pizza sendiri saat berkunjung ke Leyeh-leyeh, ya.


26. Pantai Sinden dan Pulau Kalong

Anda mengaku seorang petualang dan ingin berwisata yang menantang serta memacu adrenalin?

Pantai Sinden bukanlah pantai dengan hamparan pasir putih romantis seperti kebanyakan, melainkan sebuah pantai yang terjal oleh tebing tinggi tepat di tepi laut.


Anda dapat menjelajahi Pulau Kalong yang berdekatan dengan pantai ini lho – sebuah pulau karang yang tak terjamah dan penuh ditumbuhi oleh tanaman liar – dengan cara melintasi jembatan gantung yang tinggi dengan gelombang ombak ganas di bawah Anda. Berhati-hatilah melangkah jangan sampai terhipnotis dengan pesonanya!



Setelah menyelesaikan perjalanan mendebarkan ini, jangan lupa untuk menarik napas dalam-dalam dan mengagumi pemandangan indah di sekitar Anda. Begitu mengagumkan dan memesona!


27. Taman Nasional Kalibiru

Sekitar 1-2 jam perjalanan ke barat dari pusat kota dan Anda akan segera merasakan perubahan suhu dan lenyapnya deru suara sepeda motor. Di sini semuanya segar, udara sejuk dan jalanan sepi – sangat bagus untuk menyegarkan diri setelah penat dari pekerjaan.


Melewati jalanan yang berkelok-kelok dan menanjak di pegunungan Menoreh, terdapat Taman Nasional Kalibiru yang dibangun dan dikelola oleh penduduk setempat sejak 2009.

Tak seperti kebanyakan taman yang menawarkan kegiatan outbound pada umumnya, panjat tebing dan berbagai aktivitas outdoor di Taman Nasional Kalibiru dilengkapi pemandangan yang menakjubkan dari puncak gunung.


Untuk menyelesaikannya, sebuah flying fox tersedia di dek di atas sebuah pohon dengan pemandangan menghadap Danau Sermo. Dan jika cukup beruntung, Anda mungkin akan biasa melihat gelombang putih Laut Selatan!


28. Naik “kereta gantung” di Pantai Timang

Sudah bukan rahasia lagi kalau di Kabupaten Gunung Kidul terdapat banyak pantai yang indah, salah satunya adalah Pantai Timang yang terletak 35 kilometer di selatan Wonosari. Pemandangan ombak yang menghantam tebing dan batu karang di sini sungguh menakjubkan.


Bukan itu saja – jika Anda penyuka tantangan, maka Anda harus mencoba yang satu ini:

Pengunjung dapat menguji nyali mereka dengan menyeberang ke Pulau Watu Panjang menggunakan ‘kereta gantung’ sederhana yang terbuat dari kayu. Dan bukannya, meluncur di kabel berbahan baja, yang menahan ‘kereta gantung’ ini adalah tali tambang biasa!


Awalnya, ‘kereta gantung’ ini digunakan nelayan lokal sebagai alat transportasi untuk membawa lobster tangkapan.

29. Pantai Wedi Ombo

Ingin berendam di laut tapi takut tersapu ombak? Anda dapat melakukannya di Pantai Wedi Ombo yang terletak di Gunung Kidul. Di sana Anda dapat bersantai di dalam air laut dengan tenang sambil menunggu matahari terbenam.


Dikelilingi oleh gugusan karang yang berjajar rapi, sekilas laguna alami di Pantai Wedi Ombo tampak seperti sengaja dibuat oleh manusia


Meski terlihat aman, namun Anda harus waspada karena ombak yang tinggi tetap dapat mencapai kolam alami tersebut dan menyeret Anda ke laut atau membuat Anda terhempas ke karang.




30. Pantai Jogan

Tersembunyi di balik perbukitan kapur di kawasan geopark Gunung Sewu terdapat pemandangan yang termasuk langka di Indonesia, yaitu air terjun yang langsung jatuh dari tebing ke bibir laut.

Pantai Jogan terletak di pesisir selatan Kabupaten Gunungkidul menghadap langsung ke Samudera Hindia.


Berjarak sekitar dua jam perjalanan dari Kota Yogyakarta, Pantai Jogan kerap terlewatkan oleh para wisatawan karena masih harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh beberapa ratus meter dari Pantai Siung yang lebih terkenal.

Pastinya tempat ini sangat cocok bagi Anda yang membutuhkan sedikit privasi. Air terjun yang jatuh langsung ke laut bukanlah satu-satunya pemandangan menakjubkan di sini.

Pengunjung yang cukup bernyali dapat menikmati guyuran air terjun tersebut dari bawah tebing dengan cara canyoning atau rappelling. Tentu diperlukan peralatan memadai dan kemampuan mumpuni untuk melakukannya, karena meski telah tersedia kayu-kayu untuk pegangan, bebatuan yang harus dilalui cukup curam dan licin.


Dan bukan itu saja tantangan yang harus dilalui, Anda masih akan berhadapan dengan ribuan kepiting kecil di celah karang yang tak segan untuk mencapit kaki Anda! Kalau cuma satu-dua capitan sih tak masalah, tapi bayangkan kalau banyak.

31. Goa Bawah Tanah Dengan Sungai yang Mengalir

Bosan mengambang di waterpark biasa? Anda harus mencoba sungai malas di Goa Pindul.


Manjakan mata Anda dengan keelokan stalaktit dan stalagmit yang berusia ratusan tahun, beberapa di antaranya memiliki atribut khusus seperti stalaktit ke-4 terbesar di dunia, atau stalaktit yang diyakini dapat meningkatkan “kejantanan”.

Pengunjung yang mencari sentakan adrenalin dipersilakan untuk melompat dari batang pohon setinggi enam meter ke sebuah laguna!


Tidak cukup menantang untuk? Cobalah arung jeram alternatif yang membuat adrenalin meningkat – arung jeram di Goa Kalisuci, dengan arus sungai yang lebih deras dan berkelok melewati rintangan penuh batu.


Jadi, di sini Anda masih bisa mendapatkan asupan adrenalin sambil disuguhi pemandangan spektakuler. Keren, kan?

32. Goa Jomblang

Goa yang pernah menjadi lokasi syuting Amazing Race season 19 ini terbentuk ribuan tahun lalu akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi sehingga membentuk sinkhole atau sumuran. Hingga kini vegetasi berupa rerumputan, jamur, tanaman paku bahkan pepohonan besar tetap hidup dan lestari selama ratusan tahun.

Dalam perjalanan turun sejauh kurang lebih 80 meter dari mulut goa, aroma lembap begitu kuat menyeruak dari pepohonan dan dinding goa. Sungguh pengalaman yang seru sekaligus menegangkan!


Di siang hari (antara jam 10 pagi hingga 2 siang), cahaya matahari yang masuk ke dalam gua melalui lubang di atas gua dan menyinari pepohonan memberikan pemandangan yang sungguh menakjubkan.



Karena lokasinya yang sulit dijangkau dan dibatasinya jumlah pengunjung, akan lebih baik apabila Anda membuat reservasi terlebih dahulu sebelum berkunjung ke tempat ini. Bawa juga pakaian ganti, termasuk sepasang kaus kaki ekstra, karena Anda bakal kotor-kotoran di sini.

33. Goa Langse

(Peringatan: Trek menuju goa ini sangat curam dan berbahaya. Kami tidak menyarankan Anda yang tak berpengalaman memanjat tebing untuk mengunjunginya).

Para pecinta tantangan pun mungkin akan berpikir dua kali sebelum pergi ke goa ini, pasalnya jalur menuju Goa Langse telah memakan korban jiwa setiap tahunnya. Namun tetap saja hal tersebut tak menghalangi para peziarah untuk bersemedi di sini.


Dengan jarak tempuh 750 meter, awalnya perjalanan menuju tempat ini tidak terlalu sulit. Pengunjung akan disambut oleh jalan setapak di antara rerimbunan ladang. Setelah itu, barulah Anda akan dihadapkan dengan tangga yang terjal dan nyaris tegak lurus di bibir tebing setinggi 400 meter serta jalur yang sangat sempit.


Begitu mencapai Goa Langse, aroma dupa dan bunga melati langsung memenuhi udara. Di dalam goa ini juga terdapat mata air jika Anda ingin membersihkan diri sebelum mulai bermeditasi. Begitu sunyi, satu-satunya suara yang terdengar di sini adalah deburan ombak.


34. Goa Cerme

Anda tak akan pernah benar-benar memahami pesona mendebarkan Goa Cerme kalau belum menaklukkan ruangan penuh misteri ini sendiri.

Goa Cerme memiliki aura menakjubkan yang akan menyenangkan para petualang yang mencari petualangan yang tak terlupakan. Saat memasuki goa, pengunjung akan terjun ke sungai bawah tanah yang membentang sepanjang 1,5 kilometer, dengan stalaktit dan stalagmit yang ‘tumbuh’ secara sporadis menghiasi dinding.


Bersiaplah menerima tantangan dari medan curam di goa ini, meningkatnya level air, dan ruangan yang secara bertahap menyempit saat Anda melangkah lebih ke dalam keajaiban alam ini. Belum lagi, Goa ini juga memiliki atmosfer yang mungkin menakutkan bagi mereka yang tak cukup berani.


Rumor mengatakan bahwa Goa Cerme pernah digunakan sebagai ruangan rahasia di mana Wali Songo berdiskusi. Jejak dari tradisi ini masih dapat Anda lihat hingga saat ini, bahkan beberapa pertapa akan mengunjungi goa tersebut untuk bersemedi.

35. Candi Prambanan dan Tari Ramayana

Kalau ke Paris, Anda wajib mengunjungi Menara Eiffel. Namun jika berada di Jogja, Anda tak boleh melewatkan Candi Prambanan – yang termasuk ke dalam salah satu Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO!


Candi Hindu dari abad ke-9 ini dibangun dan didedikasikan untuk ketiga dewa Hindu, Brahma (Pencipta), Wisnu (Pemelihara) dan Siwa (Pemusnah), dengan tinggi bangunannya mencapai 47 meter!


Kombinasikan kunjungan Anda dengan menonton pertunjukan Sendratari Ramayana yang terkenal.

Pertunjukan Sendratari Ramayana yang dilakukan di malam hari ini sangat spektakuler, di mana ada lebih dari 200 penari dan musisi berbakat yang beraksi di panggung terbuka – dengan Candi Prambanan sebagai latar belakangnya.


Tarian itu sendiri menceritakan kisah Raja Rama. Meskipun asalnya dari India, kisah ini telah disesuaikan dengan gaya, budaya dan musik Jawa.


Nah, bagi Anda yang menyukai seni dan budaya, maka Sendratari Ramayana ini adalah salah satu yang tak boleh dilewatkan.

36. Joglo Pari Sewu

Bercengkerama dengan teman dan saudara sambil menyantap hidangan cafe sudah bukan barang asing untuk kawula muda. Namun, bagaimana ya sensasinya jika ada tamu spesial untuk Anda? Manis legit jajanan di Joglo Pari Sewu semakin pas menghiasi momen kebersamaan bersama boneka Teddy Bear raksasa yang menggemaskan!


Tidak hanya restoran biasa, Joglo Pari Sewu hadir dalam bentuk homestay yang siap mempermanis liburan Anda.


Dekorasi perabot kayu kecoklatan dan tanaman gantung dalam pot di langit-langit memberi kesan seakan berada di rumah pohon, awal sebuah petualangan dan wisata kuliner.


Desain unik Joglo Pari Sewu ini memang bagaikan rumah boneka, jadi jangan kaget kalau tiba-tiba Doraemon jadi teman akrab Anda!



Lezatnya menu andalan Corndog berpadu dengan legitnya Es Krim aneka rasa, harmoni gurih dan manis yang tiada duanya.


Penggemar nostalgia pasti merasa tidak cukup sekali berkunjung ke restoran ini. Menu lokal seperti Nasi Pecel atau Ayam Woku-Woku tidak mau ketinggalan meramaikan acara bersantap Anda.

37. D’Padukan Pie & Resto

Makanan pencuci mulut tidak hanya tampil cantik dengan warna-warni hiasan gula dan icing di atasnya. Selain imut dan molek, sensasi variasi rasa yang menggiurkan, seperti double cheese, green tea, atau red velvet tentunya semakin menggoncang iman.


Jangan khawatir, puaskan kehausan Anda bereksplorasi rasa di D’Padukan Pie & Resto!

Terletak di Dusun Pakeman, Kaliurang, resto satu ini beruntung memiliki pemandangan alam indah khas pegunungan diiringi semilir angin segar yang menyejukkan.


Dekorasi interior resto yang serba vintage juga menunjang suasana antik santap siang Anda. Dan pastinya, spot terbaik untuk aktifkan kamera Anda!




Menikmati menu andalan resto dalam suasana outdoor berhiaskan ladang persawahan dan pepohonan hijau, momen santap siang terbaik untuk Anda.

38. Kelapa Resto, The Westlake Resort

Ingin melewatkan hari dengan menu seafood eksklusif dan suasana restoran menunjang? Anda bisa mewujudkannya dengan berkunjung di satu resto unik, Kelapa Resto.


Berhias danau di tengah bangunan restoran yang mayoritas didominasi kayu dan bebatuan, restoran yang terdapat di The Westlake Resort ini mengakomodasi jamuan makan kekinian, harmoni dekorasi dan hidangan yang pas di lidah.





Desain bangunan khas Joglo Jawa Tengah dan suasana asri pepohonan berhias air kolam yang tenang terasa begitu menyejukkan.

Bermain air dengan perahu mainan atau petak-umpet di antara stupa di resto ini? Bisa saja!


Menu bahari favorit di sini antara lain: gurami, udang, dan ikan nila. Lokasi yang tepat bagi para penggemar seafood dan berbagai olahannya!


39. Candi Borobudur

Sebagai tujuan nomor satu untuk turis ketika berkunjung ke Yogyakarta, Borobudur merupakan candi Budha terbesar di dunia.39.


Masih berfungsi sebagai tempat wisata religi umat Budha dari seluruh dunia, Borobudur adalah gambaran yang mengajarkan nilai-nilai moral untuk mencapai Nirwana, dan dianggap penting bagi kehidupan di Jawa pada abad ke-9.


Sebagai objek wisata yang paling banyak dikunjungi di Indonesia, Borobudur terkadang sesak oleh wisatawan. Waktu terbaik untuk menikmatinya adalah saat dini hari. Terletak di sebuah bukit, pemandangan di sini amat memukau dan magis begitu sinar matahari keemasan mulai tersibak perlahan.

40. Taman Sari

Eropa bukanlah satu-satunya tempat di mana Anda bisa menikmati keindahan arsitektur abad ke-18. Istana yang memiliki beberapa kolam pemandian serta wewangian dari bunga-bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan di sekitarnya ini dibangun sebagai hadiah untuk istri-istri penguasa Yogyakarta saat itu, Sultan Hamengku Buwono I, oleh arsitek berkebangsaan Portugis.


Setelah melalui koridor yang berliku menuju menara, Anda bisa menuruni anak tangga melewati Gapura Agung menuju Tajug, lorong bawah tanah yang berfungsi sebagai bunker sekaligus penghubung antara Taman Sari dengan keraton dan Pulo Kenongo.

Tempat ini banyak memiliki ruang rahasia yang tersembunyi, salah satunya adalah ruang penyimpanan senjata. Dari sini perjalanan dapat dilanjutkan ke Sumur Gumuling, masjid bawah tanah yang didesain dengani sisi akustik yang baik. Jaman dahulu, ketika imam mempimpin shalat, suara imam dapat terdengar dengan lantang ke segala penjuru.


41. Curug Luweng Sampang

Bersiaplah terkesima oleh alur yang membentuk corak pada dinding batu yang terlukis alami oleh aliran air. Keunikan pola bebatuan Curung Luweng Sampang memiliki kemiripan dengan Antelope Canyon di Amerika Serikat, yang berbeda adalah warna bebatuannya.


Menceburkan diri di sejuknya air pegunungan yang mengalir langsung dari Pegunungan Sewu tentu akan memberi kesegaran tersendiri. Puaskan pula rasa ingin tahu Anda dengan menjelajahi berbagai terowongan dan ceruk tersembunyi yang ada di balik curug ini.


Lokasinya yang begitu tersembunyi membuat Luweng Sampang belum banyak dikunjungi oleh wisatawan.


Jadi luangkanlah waktu liburan Anda dengan berkunjung ke tempat eksotis yang sunyi ini mumpung belum terlalu ramai.

42. Air Terjun Sri Gethuk

Dikelilingi persawahan nan hijau, air terjun yang bersumber dari tiga mata air (Kedungpoh, Ngandong, dan Ngumbul) ini diyakini sebagai tempat penyimpanan kethuk, salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Konon pada saat-saat tertentu suara gamelan masih terdengar dari arah air terjun ini.


Dari areal parkir yang juga juga menjadi area memancing, ada dua cara menuju Air Terjun sri Gethuk – berjalan menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sawah dan pohon kelapa, atau menggunakan rakit sederhana melawan arus Sungai Oya.


Setibanya di air terjun, Anda akan disambut oleh suasana yang begitu hening dan damai. Satu-satunya suara yang ada hanyalah gemuruh air yang menghempas formasi bebatuan yang indah. Bebatuan berundak tersebut seolah mengajak pengunjung untuk melompat ke dalam air yang jernih dan sejuk.

43. Air Terjun Kedung Kandang

Anda pasti akan takjub ketika melihat pemandangan yang tersaji di lokasi ini. Pesona keindahan hamparan sawah yang berpadu dengan eloknya air terjun yang airnya jernih membuat siapapun akan terpukau.

Air Terjun Kedung Kandang terletak di daerah pedesaan yang ada di Gunung Butak. Air terjun ini memiliki 6 tingkat yang menurun menuju daerah pekarangan sawah sekitar.


Namun sayang, Anda hanya dapat menikmati keindahan alam ini ketika musim hujan.


Untuk mencapai ke sana, Anda harus sedikit trekking. Namun jangan khawatir, pesona alam sekitar seperti pegunungan, sungai, perbukitan, dan pesawahan akan menemani perjalanan Anda. Pastikan untuk membawa bekal makanan ringan dan minuman untuk di perjalanan.


44. Lava Tour Kaliadem

Letusan besar Gunung Merapi pada tahun 2006 dan 2010 telah mengubah wajah daerah di sekitarnya. Area yang tadinya hamparan hutan pinus yang hijau kini berubah menjadi tandus.


Sebagai desa terdekat dan tempat terbaik untuk melihat apa yang tersisa dari erupsi tersebut, Kaliadem biasanya menjadi tujuan akhir dari perjalanan Lava Tour, sebuah paket perjalanan yang kerap diikuti mereka yang suka petualangan.


Highlight dari Lava Tour di antaranya termasuk dua jurang hasil letusan, serta kunjungan ke Museum Sisa Hartaku yang menampilkan berbagai obyek yang rusak akibat lahar dan awan panas, seperti sepeda motor, kerangka hewan ternak, furnitur, serta jam dinding yang berhenti berdetak tepat pada saat bencana terjadi. Cukup bikin merinding bukan?


Mau bawa kendaraan sendiri? Anda bisa menghemat pengeluaran dan bernegosiasi dengan para supir ojek untuk mengantar Anda tur. Biaya yang dikeluarkan tak akan lebih dari Rp150.000 tapi pastikan kendaraan Anda mampu menghadapi medan yang berat.

45. The Phoenix Hotel Yogyakarta

Jika memang ada satu tempat yang bisa Anda pilih dengan mata tertutup, bersiaplah untuk mendapatkan pelayanan ala anggota kerajaan di The Phoenix Hotel – M Gallery by Sofitel. Warga lokal dan traveler pastinya akan merekomendasikan tempat ini, dan memang karena alasan yang tepat.


Bangunan kolonial dengan dekorasi yang luar biasa dan atmosfer hotelnya sendiri sudah bisa membawa Anda ke era kerajaan-kerajaan Eropa, di mana Anda bisa menyaksikan patung-patung klasik dan menyusuri koridor yang luar biasa. Interior berkelas juga menawarkan menawarkan sensasi tersendiri dengan sentuhan Indonesia.


Keistimewaannya tak berhenti di situ, Anda bisa juga berenang di kolam renang yang dikelilingi oleh bangunan indah, dan bisa juga mengambil gambar di bawah chandeliers yang sangat instagenic.



Anda bisa tinggal di kamar Superior Heritage yang mewah dengan harga yang terjangkau, dan juga bisa mendapatkan layanan tambahan pijat yang bikin relaks.



Belum puas? Bagaimana dengan mengendarai mobil antik? Hotel ini menawarkan sensasi berkendara secara eksklusif berkeliling kota. Vintage abis!


Percaya deh, followers Facebook Anda pastinya bakal iri dengan pengalaman yang Anda dapatkan di sini!

46. Hyatt Regency Yogyakarta Hotel

Hyatt Regency Yogyakarta Hotel merupakan salah satu hotel terbaik di Yogyakarta. Properti yang ada memiliki semua fasilitas yang Anda inginkan, juga dengan keindahan yang pastinya akan mencuri hati.


Bangun dan cium aroma kopi pagi dari kemewahan kamar King Room, yang bisa Anda dapatkan hanya dengan (kurang lebih) Rp707.000 saja! Di mana lagi bisa Anda dapatkan pemandangan alam yang indah, terukir di sebuah taman yang istimewa?

Hotel bintang lima ini tak main-main dalam memberi kemewahan dan kenyamanan terkait kamar yang besar dan nyaman. Jika ingin memilih kamar yang lebih mewah lagi, ada juga kamar dengan balkon pribadi di mana Anda bisa merasakan udara yang segar dan pemandangan yang hijau.



Atau Anda ingin berjalan-jalan romantis di tengah taman saat sore hari?


Jika ingin mencoba olahraga golf, langsung saja menuju lapangan golf yang tersedia, atau Anda bisa memilih bersantai di pinggir kolam renang.




47. Queen of the South Resort

Tahukah Anda ada beberapa cerita dari tamu hotel ini yang berfoto, mengunggahnya di medsos dan mendapat komentar “Lagi di Bali ya?” Dan tempat inipun dijuluki “Jogja rasa Bali.”

Apa yang memberi citarasa Bali di tempat ini? Letaknya yang langsung berbatasan dengan Samudera Hindia, kolam renang yang langsung menghadap ke Samudera Hindia, dengan pemandangan matahari terbenam yang tidak kalah mempesona akan dengan mudah mengecoh follower Anda.



Pemandangan Laut Selatan yang mempesona juga dapat langsung Anda nikmati dari kamar hotel lho.


Resort ini terletak sekitar 2.5 kilometer dari Pantai Parangtritis. Sudah pasti, tempat ini layak juga disebut sebagai ratunya hotel di Pantai Selatan Jogja dan layak menjadi pilihan utama untuk merasakan indahnya “Bali” di pesisir Selatan Jawa.

48. Bukit Bintang

Pesona Yogyakarta tak hanya dapat dinikmati di siang hari saja. Untuk dapat menikmati indahnya Yogyakarta di waktu malam, salah satu tempat yang paling ideal adalah di Bukit Bintang yang terletak di Perbukitan Pathuk.

Jika langit sedang cerah maka Anda bisa melihat taburan bintang di angkasa, namun kalaupun bintang-bintang sedang “bersembunyi”, panorama gemerlap lampu kota di malam hari pun tak kalah menawan.


Tempat ini sangat populer di kalangan muda-mudi yang biasanya berdatangan sejak sore hari.  Suasananya yang begitu romantis memang sangat pas untuk lokasi kencan.


Anda bisa membawa bekal camilan dan minuman sendiri untuk menemani obrolan hangat dengan orang-orang terdekat. Namun kalau tak ada, jangan khawatir karena di sini terdapat banyak warung, kedai kopi dan kafe sederhana yang menyajikan aneka jenis makanan.

49. Istana Ratu Boko

Menuju ke puncak Bukit Boko, Anda akan menemukan peninggalan kompleks bangunan yang cukup luas yang dipercaya dulunya merupakan keraton tempat tinggal para bangsawan Jawa.

Dalam kompleks tersebut tersebut terdapat tiga buah candi, sisa-sisa bangunan pemujaan, serta kolam-kolam yang dialiri air alami yang diyakini memiliki berbagai macam khasiat.


Di setiap ujung tangga terdapat gapura yang berdiri kokoh, menyambut Anda untuk naik ke tingkat berikutnya. Dan di bagian paling atas terdapat sebuah balkon di mana Anda dapat melihat panorama Yogyakarta yang memukau di kejauhan, termasuk juga Candi Prambanan dan Candi Kalasan di arah utara dengan latar belakang Gunung Merapi.


50. Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung berapi yang aktif sekitar 60 juta tahun silam ini merupakan gunung api tertua di Yogyakarta. Bentuknya yang tak lazim dikarenakan dulunya gunung api ini merupakan gunung purba dasar laut yang terangkat ke permukaan akibat letusan dahsyat.

Puncak gunung tersebut adalah Gunung Gedhe dengan ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Untuk mencapai gunung yang dipenuhi bebatuan menjulang tinggi ini dari pusat Kota Jogja tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu 60-90 menit saja.


Dalam perjalanan menuju puncak Timur atau Barat, Anda mungkin akan berpapasan dengan warga yang tinggal di Dusun Tlogo Mardidho yang terletak di puncak gunung purba ini.

Menurut legenda, dusun tersebut hanya boleh dihuni oleh 7 kepala keluarga saja. Jika kepala keluarga yang tinggal di dusun ini kurang atau lebih maka akan terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, jika anak-anak mereka sudah berkeluarga, maka keluarga baru tersebut harus meninggalkan Dusun Tlogo Mardhido.

Oke, cukup dengan legenda. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah memukaunya hamparan awan di ketinggian, jajaran gunung batu dengan bentuk yang unik, perkampungan warga, serta hijaunya sawah dan ladang.

Di sini juga terdapat telaga yang cukup indah, Embung Nglanggeran, yang berfungsi menampung air hujan untuk mengairi kebun buah kelengkeng, durian, dan rambutan di sekitarnya.


51. Museum Ullen Sentalu

Meskipun Anda bukan penggemar museum, tapi tempat yang satu ini wajib dikunjungi karena National Geographic menobatkannya sebagai museum terbaik di Indonesia.

Museum Ullen Sentalu memajang aneka koleksi pribadi yang menggambarkan sejarah dari masa Kerajaan Mataram, salah satu kerajaan paling berkuasa di Indonesia pada abad ke-8, yang juga mendirikan Candi Borobudur.


Begitu melangkah masuk, Anda langsung disambut oleh pemandu wisata yang akan membawa Anda ke tiap ruang pameran yang menampilkan beragam artefak seperti furnitur, lukisan, karya seni, serta sejarah singkat mengenai batik.


Salah satu ruang yang paling memikat adalah Guwa Sela Giri, sebuah ruangan di bawah tanah yang memajang lukisan dokumentasi yang mewakili figur 4 keraton Dinasti Mataram. Konon salah satu wanita dalam lukisan tersebut seolah-olah mengikuti gerak-gerik Anda di dalam ruangan.

Tur berakhir di sebuah taman yang asri berhiaskan pilar-pilar batu berlapis lumut, di mana Anda akan disuguhkan segelas Ratu Mas, minuman khas dari ramuan tradisional yang berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan.


52. Laut Bekah

Berbeda dengan kawasan pesisir lain di Yogyakarta, Laut Bekah tidak menyajikan hamparan pasir putih tempat Anda dapat berjalan-jalan, melainkan tebing batu kapur yang menjulang tinggi seperti di Uluwatu, Bali.

Karena belum banyak dikenal orang, tempat ini sangat pas bagi Anda yang ingin menyepi sejenak untuk menjernihkan pikiran. Tapi untuk mencapainya butuh sedikit perjuangan. Apakah layak? Lihat saja sendiri.


Jika Anda gemar memancing, aktivitas rock fishing yang mulai populer di tanah air bisa dilakukan di sini.


Di Tebing Bekah tersedia akses langsung menuju perairan dalam, artinya ada kemungkinan Anda bisa menangkap ikan besar. Atau kalau beruntung melihat ikan paus berenang!

53. Watu Giring

Lokasi yang menawan ini menyajikan pemandangan batuan kapur nan eksotis dan gua yang cantik.


Tebing-tebing batu kapur dengan berbagai level ketinggian sangat memungkinkan untuk didaki hingga puncak untuk bisa menikmati pemandangan yang menakjubkan. Watu Giring sebenarnya merupakan kawasan bekas pertambangan, namun struktur batuan yang terbentuk menyerupai reruntuhan kuil suku Maya.


Saat hari sedang cerah dan langit terlihat kebiruan, Anda dapat melihat Gunung Merapi dari kejauhan. Pas banget untuk jadi spot foto-foto!


54. Batu Miring

Batu Miring merupakan tempat yang cocok untuk menikmati panorama indah. Datang saat dini hari untuk bisa menikmati cahaya sunrise yang keemasan atau pada petang hari di mana lembayung senja dan matahari terbenam terlihat begitu memesona.


Batu Miring dikelilingi oleh deretan pegunungan, bukit kapur dan pepohonan hijau. Tidak ada transportasi umum yang beroperasi ke lokasi ini, jadi Anda harus membawa kendaraan bermotor sendiri untuk mencapainya.

Dari lokasi parkir, Anda perlu berjalan kaki sekitar 200 m yang akan membawa Anda ke kaki Gunung Kukusan.


Terdapat dua jalur yang dapat ditempuh, di mana masing-masing jalur akan membawa Anda ke dua puncak yang berbeda. Jalur kiri akan membawa Anda ke Puncak Dempok dan jalur lainnya akan membawa Anda ke Puncak Kendeng yang merupakan puncak tertinggi. Dari kedua puncak tersebut, Anda bakal dimanjakan oleh panorama pegunungan dan lembah yang spektakuler.


Suasana yang tenang, udara segar khas pegunungan, dan kicauan burung tentu akan membuat Anda seakan menyatu dengan alam!

Jika ke sini pada dini hari, jangan lupa untuk membawa pakaian hangat, karena hawanya cukup dingin dan berkabut!

55. The Captain Urban Lounge

The Captain Urban Lounge sungguh menyita perhatian warga lokal Jogja maupun turis yang sedang berlibur di sana.
Apa sebabnya?

Pertama, ada bagian moncong pesawat yang diletakkan di bagian depan bangunan berbentuk hanggar ini. Selain menarik, juga mempermudah mereka yang ingin berkunjung ke The Captain Urban Lounge.


Kemudian di bagian dalam restoran yang sebagian areanya adalah badan pesawat Fokker 28, Anda bisa makan sambil menikmati hiburan berupa live music maupun hentakan irama dari DJ. Bagian kokpit pesawat digunakan sebagai panggung musik, sedang bagian lainnya digunakan untuk area makan.


Anda juga bisa berfoto di bagian kokpit sambil membayangkan bagaimana rasanya jadi pilot pesawat terbang.


Lalu makan apa kita di sana? The Captain Urban Lounge menyajikan banyak makanan snack atau kudapan yang bisa Anda cicipi sambil menikmati suasana dalam pesawat yang unik ini.

Tersedia pula aneka pasta kalau Anda ingin makan sedikit berat. Untuk kudapannya, jangan lupa memesan nachos dan tacos andalan mereka.


56. Tap House Beer Garden & Beer House

Tap House adalah tempat nongkrong yang lagi happening di Jogja. Anak-anak muda Jogja berkumpul di Tap House untuk menikmati bir dan nongkrong bersama teman-teman.

Yang unik dari Tap House adalah tema dan desain interiornya yang dibuat seperti puing rumah yang sudah tidak diurus. Dindingnya dipenuhi lumut yang tidak dibersihkan, lembab dan banyak juga bagian dinding yang terkelupas catnya sehingga hanya terlihat susunan batu bata yang berkesan lawas.


Tapi justru itulah yang menjadi daya tarik dari Tap House. Anda dapat berkumpul bersama tema-teman di sini dan duduk di bean bag hitam yang mereka sediakan. Rasanya mungkin seperti berkumpul dan minum bir di rumah seorang teman. Suasana santai sangat terasa di sini.



Kalau Anda penggemar DJ, ini adalah tempat yang pas banget, karena di hari-hari tertentu (biasanya weekend) ada penampilan DJ lokal yang bikin suasana kumpul-kumpul bersama teman jadi lebih asik. Ada pula sepeda tergantung dari langit-langitnya, membuat efek rumah tak terurus semakin terasa.

Datanglah segera ke Tap House, mumpung tempat ini masih baru. Kalau Anda posting di Instagram atau media sosial lainnya pasti akan banyak mengundang tanya teman-teman!

57. Bukit Klangon, Merapi

Kita semua mengenal Gunung Merapi, salah satu gunung berapi yang paling ikonik di dunia yang telah menjadi sumber kehidupan dan sekaligus kehancuran di Yogyakarta. Sulit untuk tidak berdecak kagum dan jatuh cinta dengan kekuatan alam yang begitu agung.

Di Bukit Klangon, Anda dapat mengagumi Gunung Merapi ke tingkat berikutnya, karena bukit ini terletak tepat di kakinya. Ya benar, Anda bisa bangun dekat dan lebih intim dengan gunung berapi yang ganas ini.


Selain lokasinya yang dekat dengan Gunung Merapi, Bukit Klangon juga dikenal sebagai bukit sejuk yang tidak hanya menawarkan kedamaian dan ketenangan bagi jiwa-jiwa yang rapuh maupun lelah, tapi juga panorama indah alam yang belum terjamah.


Ingatlah untuk berkunjung pagi-pagi ketika langit cerah, jadi tidak ada awan yang akan mengganggu sesi terapi kecil Anda dengan Merapi yang indah. Dan jika Anda adalah penggemar bersepeda gunung dengan rute menurun, lakukanlah hobi Anda itu di sini!


58. Pinus Pengger

Bayangkan diri Anda berjalan di antara deretan pohon pinus yang menjulang disertai dengan ketenangan yang sempurna, di tempat di mana Anda sementara dapat meninggalkan semua masalah dan merasa benar-benar tidak terbatas.

Itulah yang bisa dirasakan di Pinus Pengger – sebuah kawasan hutan pinus di mana wisatawan dapat menemukan ketenangan dan inspirasi.

Hutan ini menyimpan banyak sekali spot foto menarik, seperti rumah pohon, sarang burung raksasa, tangga cinta dan gardu pandang berbentuk telapak tangan yang unik – di mana pengunjung dapat duduk santai dan menghilangkan stres mereka.


Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada malam hari, saat lampu kota berkilauan. Melihat ke bawah, Anda akan benar-benar terpikat oleh pemandangan malam yang kemilau di Yogyakarta.


59. Gedangsari Green Village

Yogyakarta sekarang menjadi rumah bagi flying fox terpanjang di Asia Tenggara – yang dapat Anda temukan di Gedangsari Green Village!

Di sini, Anda bisa merasakan sensasi terbang melalui kabel sepanjang 625 meter yang begitu mendebarkan. Anda tidak hanya akan merasa seperti benar-benar terbang, pemandangan yang menakjubkan dan cuaca yang sejuk juga kian menambah keseruan!


Setelah naik flying fox, Anda dapat bersantai menjelajahi Gedangsari sambil menatap pemandangan di sekeliling desa yang begitu damai.


60. South Shore

Akhir-akhir ini wisatawan yang berkunjung ke Jogja kian dimanjakan saja. Setelah beberapa waktu lalu Bandara Yogyakarta International Airport diresmikan, kali ini ada lagi spot baru yang nggak kalah keren dengan di Bali.

Berada di daerah Gunung Kidul dengan panorama pantai dan laut selatan yang cantik, South Shore mulai dibuka untuk umum sejak hari Minggu 13 September kemarin dan hadir untuk menambah panjang alasan berkunjung ke Jogja.

Menggabungkan konsep cafe, lounge. bar, dan kolam renang, South Shore bisa disandingkan dengan beach club-beach club yang ada di Bali.


Nggak sabar ingin menikmati sunset sambil diiringi lantunan musik di sini? Jangan lupa untuk reservasi terlebih dahulu, karena selama pandemi hanya diprioritaskan untuk tamu yang sudah reservasi saja.


Posting Komentar

© Tourism Rank Indonesia. All rights reserved. Developed by Jago Desain